Category Archives: Tafsir

Sifat mukmin yang beruntung

Sifat Yang Menjadikan Orang Mukmin Beruntung

 Allah Swt. berfirman di dalam Surat al-Mukminun, salah satu surat yang diturunkan di Makkah (kota suci yang merupakan kiblat bagi orang muslim)

قَد أَفلَحَ ٱلمُؤمِنُونَ (١) ٱلَّذِينَ هُم فِى صَلَاتِہم خَـٰشِعُونَ (٢)وَٱلَّذِينَ هُم عَنِ ٱللَّغوِ مُعرِضُونَ (٣) وَٱلَّذِينَ هُم لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ (٤) وَٱلَّذِينَ هُم لِفُرُوجِهِم حَـٰفِظُونَ (٥) إِلَّا عَلَىٰ أَزوَٲجِهِم أَو مَا مَلَكَت أَيمَـٰنُہم فَإِنَّہم غَيرُ مَلُومِينَ (٦) فَمَنِ ٱبتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٮكَ هُمُ ٱلعَادُونَ (٧) وَٱلَّذِينَ هُم لِأَمَـٰنَـٰتِهِم وَعَهدِهِم رَٲعُونَ (٨) وَٱلَّذِينَ هُم عَلَىٰ صَلَوَٲتِہم يُحَافِظُونَ (٩) أُوْلَـٰٮٕكَ هُمُ ٱلوَٲرِثُونَ (١٠)

Dalam ayat di atas, Allah memberikan kabar gembira berupa keberuntungan kepada orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang mempercayai dan meyakini dengan rukun iman yang enam, iman kepada Allah, kepada malaikat Allah, kepada kitab-kitab Allah (Injil,Zabur, Taurat, Al-qur’an), kepada utusan Allah, kepada hari akhir, dan kepada qada’ danqadar Allah.

Apa saja karakteristik orang mukmin yang akan menjadikan mereka beruntung di mata Allah?

1.   Orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya,

Shalat adalah rukun islam yang kedua dan wajib bagi setiap muslim untuk menjalankannya. Inna shalata tanha anil fahsya’ wal munkar  “sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”. Shalat yg bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar adalah shalat yg dilakukan dengan khusyu’, yaitu sholat dengan hati yang patuh dan tunduk secara totalitas keharibaan Allah. Hal ini perlu usaha yang sangat keras dan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Perlu memahami setiap bacaan dalam sholat, perlu ada ketenangan hati, dan perlu konsentrasi penuh terhadap kekuasaan Zat Allah yang maha agung. Hanya orang-orang yang sholat khusyu’ yang akan mampu merasakan getaran keagungan Allah dan menjadikannya bertambah iman kepada Allah.

2.   Orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna.

Al-laghwu berasal dari kata lagha yang berarti perbuatan atau perkataan yang yang sia-sia, tidak ada nilainya. Jika mau merenungkan diri, maka kita akan menyadari bahwa hidup yang dijalani di dunia hanya berlangsung dengan waktu yang sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan di akhirat. Sungguh kerugian yang sangat besar bagi orang yang tidak bisa memetik hasil dari ucap dan laku. Sungguh merugi bagi orang yang tidak bisa menabung amal untuk kehidupan abadinya (akhirat).

3.   Orang-orang yang menunaikan zakat

Zakat adalah salah satu pilar dalam islam. Orang muslim yang mampu secara finansial mempunyai kewajiban untuk mengeluarkannya. Zakat bertujuan untuk membersihkan jiwa dan harta. Dengan kebersihan jiwa, maka orang akan mampu menghamba secara menyeluruh kepada Tuhannya. Hanya orang yang bersih jiwa dan hartanya yang mampu hidup khusyu’ dalam kesehariannya.

4.   Orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela, Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Menjaga kemaluan bukan hanya pada wanita, pada diri laki-laki juga. Jika seseorang tidak mampu menjaga kemaluan dari yang haram (selain kepada istri/suami dan budaknya), maka mereka akan terjerumus ke dalam pintu kemaksiatan larangan Allah. Perilaku ini juga akan menjadikan kerusakan rumah tangga diambang pintu. Jiwa seseorang akan rusak dan kesucian akan sirna.

5.      Orang-orang yang memelihara amanat-amanat [yang dipikulnya] dan janjinya.

Orang yang memelihara amanah adalah orang orang yang apabila diberi kepercayaan, mereka tidak akan mengkhianatinya. Amanah adalah tugas yg akan kita pertanggungjawabkan kelak di akhirat. Amanah seorang ayah dan ibu adalah anak. Amanah seorang suami adalah istri dan anak-anaknya. Amanah presiden adalah rakyatnya. Semua amanah-amanah tersebut aka dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat. Kita tidak boleh merasa bangga menjadi seorang pemimpin karena akan dimintai pertanggungjawaban yang begitu besar kelak  jika belum menjalankan tugas-tugasnya dengan baik

6.      orang-orang yang memelihara shalatnya.

Orang yang memelihara shalat adalah orang yang senantiasa melaksanakan shalat tepat pada waktunya secara berlanjutan. Shalat adalah tiang agama. Seseorang yang mampu menegakkan shalat berarti ia telah menegakkan agamanya. Sebaliknya, seseorang yang meninggalkan shalat berarti ia telah meruntuhnya agama.

Orang yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas berhak menyandang predikat orang mukmin yang beruntung. Tiada balasan terbaik untuk mereka kecuali surga firdaus sebagai warisan untuk tinggal kekal di dalamnya.

Semoga Allah menjadikan kita manusia yang beriman dengan memiliki sifat-sifat seperti yang telah disebutkan di atas, amin ya rabbal alamin.